21 Juli 2014,
Aku sudah selesai makan sahur 1 jam yang lalu. Aku
terpaku di depan laptopku. waktu menunjukkan pukul 04.46. ya tepat 1 tahun aku
kenal dia. dia yang merubah semuanya. jika boleh aku ingin kembali ke tahun
itu. aku ingin mengulang semuanya. aku merindukannya. sudah 1 bulan aku lose
contact dengan nya. hp nya hilang di perkemahan tahunan yang diadakan sekolah.
dia bahkan tak memberiku nomornya ketia dia sudah mempunyai hp baru. aku
mencoba mencari tau dari teman-teman nya namun, tak ada hasil.
2 Januari 2014,
Hari ini aku
akan ke Jogja bersama keluarga. sebelum berangkat aku mencoba memberinya
sebuah pesan singkat. hanya dari kata "pagi" menjadi percakapan
panjang. Oh.. Terima kasih Tuhan.
6 Januari 2014
aku berangkat
sekolah seperti biasanya. tak lupa membawa oleh-oleh untuk sahabat-sahabatku.
juga untuknya. hari pertama masuk guru-guru enggan mengajar. kelas-kelas banyak
yang kosong tanpa ada guru. melalui perantara salah satu sahabatku, ku berikan
oleh-oleh itu. tapi kata sahabatku ia menolaknya, dan menganggap sms nya waktu
itu hanya sebuah gurauan. setelah kejadian itu teman-teman nya banyak yang
memanggilku, entah yang memanggil namaku, menyindirku dengan namanya, ataupun
mengatakan bahwa aku sedang dicari oleh dia.
~~~
Bali. menjadi
suatu kenangan tersendiri. study tour kali ini banyak mempunyai kesan entah itu
menyebalkan,atau menyenangkan. aku memang tidak satu bus dengan nya. tapi hotel
kita sama, tujuan kita sama. namun semuanya berbeda, dia pernah mengatakan dia
sudah tak sendiri sekarang. namun aku tak lantas percaya begitu saja. aku tak
bisa menangis. hanya menatapnya dari jauh saja aku sudah bahagia. dimanapun
tempatnya aku selalu meminta pada sahabat-sahabatku untuk mencari tempat
menikmati pemandangan tak jauh dari tempatnya. kita menikmati senja dipantai
kuta. aku tak melihatnya dimanapun dimana dia? waktu sudah semakin sore.
rombangan diminta segera menuju bus untuk pulang ke hotel. besok hari terakhir
kita dipulau bali. tujuan terakhir adalah danau bedugul. sayang cuaca tidak
bersahabat. hujan turun dengan derasnya. aku hanya melihat-lihat oleh-oleh
dalam mini market yang ada di dekat danau itu. aku malas bergabung dengan
teman-teman. udara sangat dingin yang membuatku malas. aku hanya bisa
melihatnya lewat dari dalam toko. ia kehujanan. kenapa dia nekat seperti itu?
bagaimana kalau dia sakit?. waktu berjalan begitu cepat. tak terasa sudah
waktunya kami semua meninggalkan pulau bali yang penuh kenangan ini. aku
menunggu kapal yang akan membawaku ke pulau jawa datang. sambil berharap bis
yang berlayar bersama bis ku adalah bis nya. harapan ku terkabulkan. bis nya
memasuki area pelabuhan. di kapal, handphone ku sangat tidak bersahabat. kenapa
harus lowbatt disaat seperti ini. dengan hp dan kamera hasil pinjaman aku memfotonya
dari kejauhan. sungguh bali yang penuh kenangan.
14 Februari 2014,
hari ini harusnya
menjadi hari valentine yang indah. namun, kenyataan tak sepert bayangan.
semalam terjadi erupsi kelud. sekolah terpaksa diliburkan. cokelat yang akan
kuberikan padanya terpaksa harus tidur lagi di kulkas.
15 Februari 2014,
untung hari cepat
berlalu. setelah kemarin libur, cokelat itu bisa kuberikan. tentu saja melalui
perantara. salah seorang sahabatku mau mebantuku. malamnya, ada 1 pesan muncul
di layar hpku. ia mengucapkan terima kasih untuk cokelat itu. ucapannya
menjadikan awal percakapanku dengannya malam ini.
satu minggu telah
berlalu sejak kejadian pemberian cokelat itu. selama itu tak pernah ada pesanku
yang dibalasnya. ia hanya membalas pesanku yang penting-penting saja. sampai hp
nya hilang waktu di perkemahan pun aku tak pernah berhubungan dengannya lagi.
16 September 2014
aku berusaha
mendapatkan nomor hp nya. entah bagaimanapun caranya. kali ini aku memberanikan
diri untuk meminta langsung padanya. walau tak mudah tapi aku berhasil
mendapatkannya.
20 September 2014
malam ini malam
minggu. aku rela tak tidur samapi pergantian hari. aku menunggu detik-detik
bergantinya waktu. esok hari kelahirannya. usianya 15 tahun sekarang. tempat
pukul 00.00 aku memberinya ucapan selamat ulang tahun.
21 September 2014
aku tau dia
takkan membalas pesanku, malam sudah sangat larut. khirnya aku putuskan tidur.
menunggu matahari bersinar. pukul 13.13 aku mendapat balasan pesan darinya.
walau hanya ucapan terima kasih, tapi aku bersyukur pesanku dibalasnya. aku
memintanya menunggukusepulang sekolah besok. aku tak memberitahukan nya bahwa
aku akan memberinya kado. ia mengatakan bahwa ia malu jika ada teman-temanku
dan teman-teman nya. ia bilang ia sendiri dan aku juga harus sendiri.
22 September 2014
kenyataan berkata
lain, begitu bel pulang berbunyi ia meninggalkan ku yang masih ada pelajaran. ia tak menepati janjinya. sampai
dirumah, aku memberinya pesan, tak satupun dibalasnya. hingga malam aku merajuk
padanya. akhirnya ia membalasnya walau hanya "InsyaAllah" itu sudah
cukup membuatku lega.
23 September 2014
hari ini, jam
terakhir kelasku kosong. semua sibuk dengan diri masing-masing. aku pun juga
begitu. aku sibuk mempersiapkan diri untuk bertemu dengannya sepulang sekolah.
bel itu berbunyi, aku tak sanggupuntuk melangkah ke kelasnya. namun sahabatku,
membantuku melakukannya. ketika hampir sampai di kelasnya, teman-temannya akan
pulang begitu juga dengan nya. namun mereka semua berhenti begitu melihatku. ku
lihat dia masuk kembali ke kelasnya. aku masuk ke kelasnya. entah mengapa ia
menghadap ke belakang kelasnya, sampai-sampai temannya pun harus memanggilnya.
aku menunggunya menghadap ke arahku. aku memberikan kado itu. dengan ucapan
seadanya aku memberikannya. ia mengucapkan terima kasih padaku. aku keluar dari
kelasnya,belum begitu jauh aku melangkah ia berteriak mengucapkan terima kasih
lagi padaku. aku bahagia hari ini. malamnya ia kembali memberiku pesan yang
isinya mengucapkan terima kasih.
24-25 September 2014
dua hari ini aku
belum melihatnya memakai kado itu. hari ini aku akan bertanya padanya. namun
aku harus menunggu waktu yang tepat.
25 September 2014
malam ini aku
memberinya pesan singkat. hanya dari kata "malam" menjadi sebagian
kecil percakapan yang menghiasi layar handphone ku. saat ku tanya mengapa kado
pemberianku tak dipakai
"gak ada
yang memakai jam" katanya.
lalu kutanya ''
buat apa kado itu?''
''buat pajangan ''
jawabnya
Ini semua cukup
untuk membuat mataku enggan terpejam malam ini.
14 Oktober 2014
semua sirna...
aku menangis
dalam diam. aku tak sanggup. tak kusangka, semua secepat ini. Tak pernah aku
mendapat kabar apapun tentangnya. Namun, hari ini aku mendapat kabar bahwa ia
telah memiliki kekasih. hatiku hancur. Namun aku tak boleh egois. Mementingkan
diriku sendiri, memangnya aku ini siapa. Aku bukan siapa-siapa dimatamu. Aku
berharap semoga kamu bahagia dengan nya. Itu cukup membuatku bahagia walau aku
yang harus merasakan sakit.
TAMAT~
