topbella

Selasa, 04 November 2014

TEARS (Fiction Short Story)



21 Juli 2014,
                Aku sudah selesai makan sahur 1 jam yang lalu. Aku terpaku di depan laptopku. waktu menunjukkan pukul 04.46. ya tepat 1 tahun aku kenal dia. dia yang merubah semuanya. jika boleh aku ingin kembali ke tahun itu. aku ingin mengulang semuanya. aku merindukannya. sudah 1 bulan aku lose contact dengan nya. hp nya hilang di perkemahan tahunan yang diadakan sekolah. dia bahkan tak memberiku nomornya ketia dia sudah mempunyai hp baru. aku mencoba mencari tau dari teman-teman nya namun, tak ada hasil.

2 Januari 2014,
                Hari ini aku  akan ke Jogja bersama keluarga. sebelum berangkat aku mencoba memberinya sebuah pesan singkat. hanya dari kata "pagi" menjadi percakapan panjang. Oh.. Terima kasih Tuhan.

6 Januari 2014
                aku berangkat sekolah seperti biasanya. tak lupa membawa oleh-oleh untuk sahabat-sahabatku. juga untuknya. hari pertama masuk guru-guru enggan mengajar. kelas-kelas banyak yang kosong tanpa ada guru. melalui perantara salah satu sahabatku, ku berikan oleh-oleh itu. tapi kata sahabatku ia menolaknya, dan menganggap sms nya waktu itu hanya sebuah gurauan. setelah kejadian itu teman-teman nya banyak yang memanggilku, entah yang memanggil namaku, menyindirku dengan namanya, ataupun mengatakan bahwa aku sedang dicari oleh dia.

~~~
                Bali. menjadi suatu kenangan tersendiri. study tour kali ini banyak mempunyai kesan entah itu menyebalkan,atau menyenangkan. aku memang tidak satu bus dengan nya. tapi hotel kita sama, tujuan kita sama. namun semuanya berbeda, dia pernah mengatakan dia sudah tak sendiri sekarang. namun aku tak lantas percaya begitu saja. aku tak bisa menangis. hanya menatapnya dari jauh saja aku sudah bahagia. dimanapun tempatnya aku selalu meminta pada sahabat-sahabatku untuk mencari tempat menikmati pemandangan tak jauh dari tempatnya. kita menikmati senja dipantai kuta. aku tak melihatnya dimanapun dimana dia? waktu sudah semakin sore. rombangan diminta segera menuju bus untuk pulang ke hotel. besok hari terakhir kita dipulau bali. tujuan terakhir adalah danau bedugul. sayang cuaca tidak bersahabat. hujan turun dengan derasnya. aku hanya melihat-lihat oleh-oleh dalam mini market yang ada di dekat danau itu. aku malas bergabung dengan teman-teman. udara sangat dingin yang membuatku malas. aku hanya bisa melihatnya lewat dari dalam toko. ia kehujanan. kenapa dia nekat seperti itu? bagaimana kalau dia sakit?. waktu berjalan begitu cepat. tak terasa sudah waktunya kami semua meninggalkan pulau bali yang penuh kenangan ini. aku menunggu kapal yang akan membawaku ke pulau jawa datang. sambil berharap bis yang berlayar bersama bis ku adalah bis nya. harapan ku terkabulkan. bis nya memasuki area pelabuhan. di kapal, handphone ku sangat tidak bersahabat. kenapa harus lowbatt disaat seperti ini. dengan hp dan kamera hasil pinjaman aku memfotonya dari kejauhan. sungguh bali yang penuh kenangan.

14 Februari 2014,
                hari ini harusnya menjadi hari valentine yang indah. namun, kenyataan tak sepert bayangan. semalam terjadi erupsi kelud. sekolah terpaksa diliburkan. cokelat yang akan kuberikan padanya terpaksa harus tidur lagi di kulkas.
               
15 Februari 2014,
                untung hari cepat berlalu. setelah kemarin libur, cokelat itu bisa kuberikan. tentu saja melalui perantara. salah seorang sahabatku mau mebantuku. malamnya, ada 1 pesan muncul di layar hpku. ia mengucapkan terima kasih untuk cokelat itu. ucapannya menjadikan awal percakapanku dengannya malam ini.

                satu minggu telah berlalu sejak kejadian pemberian cokelat itu. selama itu tak pernah ada pesanku yang dibalasnya. ia hanya membalas pesanku yang penting-penting saja. sampai hp nya hilang waktu di perkemahan pun aku tak pernah berhubungan dengannya lagi.

16 September 2014
                aku berusaha mendapatkan nomor hp nya. entah bagaimanapun caranya. kali ini aku memberanikan diri untuk meminta langsung padanya. walau tak mudah tapi aku berhasil mendapatkannya.

20 September 2014
                malam ini malam minggu. aku rela tak tidur samapi pergantian hari. aku menunggu detik-detik bergantinya waktu. esok hari kelahirannya. usianya 15 tahun sekarang. tempat pukul 00.00 aku memberinya ucapan selamat ulang tahun.

21 September 2014
                aku tau dia takkan membalas pesanku, malam sudah sangat larut. khirnya aku putuskan tidur. menunggu matahari bersinar. pukul 13.13 aku mendapat balasan pesan darinya. walau hanya ucapan terima kasih, tapi aku bersyukur pesanku dibalasnya. aku memintanya menunggukusepulang sekolah besok. aku tak memberitahukan nya bahwa aku akan memberinya kado. ia mengatakan bahwa ia malu jika ada teman-temanku dan teman-teman nya. ia bilang ia sendiri dan aku juga harus sendiri.

22 September 2014
                kenyataan berkata lain, begitu bel pulang berbunyi ia meninggalkan ku yang masih ada  pelajaran. ia tak menepati janjinya. sampai dirumah, aku memberinya pesan, tak satupun dibalasnya. hingga malam aku merajuk padanya. akhirnya ia membalasnya walau hanya "InsyaAllah" itu sudah cukup membuatku lega.

23 September 2014
                hari ini, jam terakhir kelasku kosong. semua sibuk dengan diri masing-masing. aku pun juga begitu. aku sibuk mempersiapkan diri untuk bertemu dengannya sepulang sekolah. bel itu berbunyi, aku tak sanggupuntuk melangkah ke kelasnya. namun sahabatku, membantuku melakukannya. ketika hampir sampai di kelasnya, teman-temannya akan pulang begitu juga dengan nya. namun mereka semua berhenti begitu melihatku. ku lihat dia masuk kembali ke kelasnya. aku masuk ke kelasnya. entah mengapa ia menghadap ke belakang kelasnya, sampai-sampai temannya pun harus memanggilnya. aku menunggunya menghadap ke arahku. aku memberikan kado itu. dengan ucapan seadanya aku memberikannya. ia mengucapkan terima kasih padaku. aku keluar dari kelasnya,belum begitu jauh aku melangkah ia berteriak mengucapkan terima kasih lagi padaku. aku bahagia hari ini. malamnya ia kembali memberiku pesan yang isinya mengucapkan terima kasih.
24-25 September 2014
                dua hari ini aku belum melihatnya memakai kado itu. hari ini aku akan bertanya padanya. namun aku harus menunggu waktu yang tepat.

25 September 2014
                malam ini aku memberinya pesan singkat. hanya dari kata "malam" menjadi sebagian kecil percakapan yang menghiasi layar handphone ku. saat ku tanya mengapa kado pemberianku tak dipakai
                "gak ada yang memakai jam" katanya.
                lalu kutanya '' buat apa kado itu?''
                ''buat pajangan '' jawabnya
                Ini semua cukup untuk membuat mataku enggan terpejam malam ini.

14 Oktober 2014
                semua sirna...
                aku menangis dalam diam. aku tak sanggup. tak kusangka, semua secepat ini. Tak pernah aku mendapat kabar apapun tentangnya. Namun, hari ini aku mendapat kabar bahwa ia telah memiliki kekasih. hatiku hancur. Namun aku tak boleh egois. Mementingkan diriku sendiri, memangnya aku ini siapa. Aku bukan siapa-siapa dimatamu. Aku berharap semoga kamu bahagia dengan nya. Itu cukup membuatku bahagia walau aku yang harus merasakan sakit.

TAMAT~

About Me